KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat
serta hidayah-Nya terutama nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga kelompok
kami dapat menyelesaikan makalah mata kuliah “SOSIOLOGI POLITIK” yang
berjudul Kelebihan dan Kekurangan Komunikasi Politik Satu Arah. Kemudian
shalawat beserta salam kita sampaikan kepada Nabi besar kita Muhammad SAW yang
telah memberikan pedoman hidup yakni al-qur’an dan sunnah untuk keselamatan
umat di dunia.
Makalah ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Sosiologi
Politik di program studi Manajemen. Selanjutnya kelompok kami mengucapkan
terima kasih yang sebesar-besarnya kepada teman- teman dan dosen Pembimbing
yang sudah membantu dalam proses penyusunan Makalah ini. Akhirnya kami
menyadari bahwa banyak terdapat kekurangan-kekurangan dalam penulisan makalah
ini, maka dari itu kami mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif dari
para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Mataram,
11 Juni 2013
Kelompok5
DAFTAR ISI
Bab I Pendahuluan..........................................................................................................
A.Latar Belakang
Permasalahan..............................................................................
B.Perumusahan
Permasalahan..................................................................................
C.Tujuan Penulisan...................................................................................................
Bab II Pembahasan.........................................................................................................
A.Analaisis
Permasalahan........................................................................................
Bab III Penutup..............................................................................................................
A.Kesimpulan...........................................................................................................
B.Saran.....................................................................................................................
Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
A.LATAR
BELAKANG MASALAH
Pada dasarnya,
manusia adalah mahluk yang bergantung. Sehingga, tidak bisa hidup secara
mandiri dan pasti membutuhkan orang lain untuk mengatasi kendala yangada dalam
kehidupannya, sehingga manusia biasa disebut sebagai makhluk sosial.Dalam
menjalani kehidupan sosial tersebut, seseorang memerlukan sebuah fasilitas
serta cara untuk membantunya mempermudah dirinya untuk masuk pada ranah sosial
tersebut. Interaksi merupakan ungkapan yang kemudian dapat menggambarkan cara
untuk mempermudah terjadinya sebuah hubungan antara seseorang dengan orang
lain,yang kemudian diaktualisasikan melalui praktek komunikasi. Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada
pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang
dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. apabila tidak ada bahasa verbal yang
dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan
menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum,
menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi
nonverbal.
Oleh karena
itu,seringkali istilah komunikasi digantikan dengan komunikasi sosial,
Komunikasi juga ditujukan untuk menyatukan komponen-komponen sosial yang
bervariasi dan mempunyai prilaku yang berbeda.Komunikasi adalah proses di mana
pesan-pesan ditransfer dari sumber kepada penerima, baik secara langsung maupun
melalui media. Memahami komunikasi berarti memahami apa yang terjadi selama
komunikasi berlangsung,mengapa itu terjadi, manfaat apa yang dirasakan,
akibat-akibat apa yang ditimbulkan, apa tujuan dari aktivitas komunikasi, sesuai
dengan apa yang diinginkan, memahami hal-hal yang dapat mempengaruhi dan
memaksimalkan hasil-hasil dari kejadian tersebut.
B. RUMUSAN
MASALAH
Dari latar belakang permasalahan diatas dapat
di rumuskan masalah antara lain:
1.Kelebihan system komunikasi politik satu arah
?
2.Kekurangan system komunikasi politik satu
arah ?
C.TUJUAN
PENULISAN
Ada
pun tujuan dari penulisan makalah ini antara lain:
1. Untuk mengetahui pengertian dari komunikasi
satu arah
2. Untuk mengetahui lebih jelas kelebihan dari
system komunikasi politik satu arah
3. Untuk mengetahui apa saja kekurangan dari
system komunikasi politik satu arah.
BAB II
PEMBAHASAN
A. ANALISIS PERMASALAHAN
Pengertian Komunikasi Satu Arah
Komunikasi satu arah adalah Pesan disampaikan oleh sumber kepada sasaran dan sasaran tidak dapat atau tidak mempunyai kesempatan untuk
memberikan umpan balik atau bertanya. Komunikasi satu arah bisa dikatakan sebagai
komunikasi yang tidak memberi kesempatan kepada pendengar untuk memberikan
tanggapan atau sanggahan.
Komunikasi satu arah banyak kita temui dalam
kehidupan sehari-hari, komunikasi satu arah condong lebih banyak di pakai dalam
dunia militer ini dikarenakan dalam dunia militer menggunakan sistem komando,
dimana perintah dari atasan harus dilaksanakan oleh bawahan tanpa ada
pertanyaan atau timbal balik.
Pesan
disampaikan oleh sumber kepada sasaran
dan sasaran tidak dapat atau
tidak mempunyai kesempatan untuk memberikan umpan balik atau bertanya.
Dalam komunikasi satu arah banyak memiliki
kekurangan, ini dikarenakan tidak adanya untuk umpan balik yang dilakukan
setelah pemberian informasi tersebut, dimana ini bisa mengakibatkan dampak
negatif dari penggunaan komunikasi satu arah ini.
Komunikasi Sebagai Tindakan Satu Arah
Komunikasi sebagai tindakan satu arah adalah suatu perspektif atau
pemahaman populer mengenai komunikasi manusia adalah suatu komunikasi yang
mengisyaratkan penyampaian pesan searah dari seseorang (bisa juga sebuah
lembaga) kepada seseorang atau sekelompok orang. Komunikasi dianggap suatu
proses linear yang di mulai dengan sumber atau pengirim dan berakhir pada penerima, sasaran atau
tujuannya. Michael Burgon menyebutnya sebagai
“source oriented defenition” atau defenisi komunikasi berorientasi sumber.
Perspektif ini menganggap komunikasi
sebagai “intentional act” atau tindakan yang di sengaja. Defenisi ini tentu
saja mengabaikan komunikasi yang tidak di sengaja atau pesan yang tidak
direncanakan seperti nada suara, ekspresi wajah atau isyarat lainnya yang sulit
kita kontrol. Konsep komunikasi sebagai tindakan satu arah menyoroti
penyampaian pesan yang efektif dan mengisyaratkan bahwa semua kegiatan komunikasi
bersifat instrumental dan persuasif.
Berikut beberapa defenisi komunikasi yang
mendukung komunikasi sebagai tindakan satu arah:
ü Carl I. Hovland, “Komunikasi adalah suatu proses yang memungkinkan
seseorang (komunikator) menyampaikan rangsangan-rangsangan (biasanya
lambang-lambang verbal) untuk mengubah perilaku orang lain (komunikan).
ü Gerald R. Miller, “Komunikasi terjadi ketika suatu sumber
menyampaikan pesan kepada penerima dengan niat yang di sadari untuk
mempengaruhi perilaku penerima”.
ü Everett M. Rogers, “Komunikasi adalah proses di mana suatu ide
dialihkan dari sumber kepada satu penerima atau lebih dengan maksud untuk
mengubah tingkah laku mereka”.
ü Harold Laswell, mendefinisikan komunikasi sebagai “Who says what in
wich channel to whom with what effect”.
·
Proses
komunikasi satu arah
Contoh-contoh
Komunikasi Satu Arah
Dalam komunikasi satu arah banyak contoh
yang dapat kita ambil yaitu :
1. Dalam Militer
Dalam dunia militer kita dapat ketahui bahwa militer
menganut sistem komando, dimana para prajurit harus menuruti apa yang di
inginkan atasannya, dan tanpa adanya sanggahan. Di militer komunikator lebih
tepat diberikan kepada atasan, sedangkan komunikan disini adalah bawahan dari
atasan tersebut, karena di militer mempunyai dasar loyalitas (kesetiaan/kemauan
pada suatu pekerjaan tersebut).
2. Dalam
Organisasi Privat
Dalam organisasi privat yaitu perusahaan memiliki
komunikasi satu arah, misalnya dalam hal penyampaian pidato dari manajer kepada
bawahan. Pemberian tugas dari atasan kepada bawahan atau Atasan sedang
memberikan perintah kepada skretarisnya.
3. Dalam
Organisasi Publik
Dalam organisasi publik kita dapat melihat contoh
komunikasi satu arah. Contohnya adalah :
ü website sebagai media publikasi dari suatu
pemerintahan. Dimana komunikasi satu arah terjadi dalam hal pemerintahan di
website tersebut hanya memberitakan informasi saja dari pemerintahan kepada
masyarakat.
ü pidato apel pagi setiap hari senin yang dilakukan oleh
pemimpin pemerintahan, dimana pemimpin hanya menyampaikan informasi tanpa
adanya sanggahan oleh para pegawai.
ü Dalam Media Komunikasi
ü Siaran Radio è Radio disini dimaksudkan kepada radio
penyiaran, yaitu sebagai radio komunikasi dengar, yang menyalurkan gagasan dan
informasi dalam bentuk suara secara umum dan terbuka.
ü Televisi è Televisi merupakan media komunikasi satu
arah jika menayangkan berita atau informasi siaran yang disertai gambar.
ü Surat Kabar è Surat kabar merupakan media komunikasi
satu arah, dimana surat kabar hanya menyampaikan informasi-informasi melalui
tulisan-tulisan yang dicetak dalam kertas.
ü sebuah baliho iklan produk yang sedang dibaca seseorang
di pinggir jalan.
·
Kelemahan dan
keuntungan Komunikasi Satu Arah
Alasan orang tidak menyukai
komunikasi satu arah yaitu :
- Tidak ada interaksi antara komunikan
dengan komunikator
- Tidak ada timbal balik dari komunikan
- Komunikasi tidak efektif
- Komunikan hanya sebagai informan saja bagi
komunikator
- Media komunikasi terbatas.
- Dapat menimbulkan kesalah pahaman dan
ketidak jelasan, sehingga muncul prasangka yang tidak baik.
Alasan orang
menyukai komunikasi satu arah, yaitu :
- Mengefektifkan penggunaan waktu
- Dalam dunia militer komunikasi sangat di
perlukan terutama dalam keadaan darurat atau dalam perperangan.
- Lebih cepat dan efisien,
- Dalam hal-hal tertentu dapat memberikan
kepuasan kepada komunikator, karena pihak komunikan tidak mempunyai kesempatan untuk memberikan respons atau
tanggapan terhadap hal-hal yng disampaikan oleh komunikator,
- Dapat membawa wibawa komunikator
(pimpinan), karena komunikasi tidak dapat mengetahui secara langssng atau
menilai kesalahan dan kelemahan komunikator.
·
Hambatan-hambatan
Yang Terjadi Dalam Komunikasi Satu Arah
a.) Komunikan hanya sebagai informan saja bagi komunikator
b.) media komunikasi terbatas
c.) pesan yang di sampaikan kadang tidak jelas bagi penerima pesan
·
Solusi Untuk
Mengatasi Hambatan Yang Terjadi Dalam Komunikasi Satu Arah
a. media
komunikasi hendaknya lebih banyak dan bervariatif
b. pesan yang disampaikan dan gesture, harus jelas
BAB III
PENUTUP
A.KESIMPULAN
Komunikasi dirumuskan sebagai suatu proses penyampaian
pesan/informasi diantara beberapa orang. Karenanya komunikasi melibatkan
seorang pengirim, pesan/informasi saluran dan penerima pesan yang mungkin juga
memberikan umpan balik kepada pengirim untuk menyatakan bahwa pesan telah
diterima. Komunikasi sangat penting dalam kehidupan manusia karena manusia
adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Dalam
berkomunikasi seseorang harus memiliki dasar yang akan menjadi patokan
seseorang tersebut dalam berkomunikasi. Dalam proses komunikasi kita juga harus
ingat bahwa terdapat banyak hambatan-hambatan dalam berkomunikasi.
Tujuan komunikasi adalah berhubungan dan mengajak dengan orang lain
untuk mengerti apa yang kita sampaikan dalam mencapai tujuan. Keterampilan
berkomunikasi diperlukan dalam bekerja sama dengan orang lain. Ada dua jenis
komunikasi, yaitu verbal dan non verbal, komunikasi verbal atau tertulis dan
komunikasi non verbal atau bahasa(gerak) tubuh. Komunikasi satu arah terjadi
bila pengirim pesan tidak mendapat feedback dari komunikan, sedangkan Komunikasi dua arah terjadi bila pengiriman
pesan dilakukan dan mendapatkan umpan balik dari komunikan. Dalam berkomunikasi
hendaknya merasakan timbal balik antara pemberi informasi serta penerima
informasi sehingga terciptanya suatu hubungan yg mutualisme antara keduanya.
B. SARAN
·
Komunikator
hendaknya memiliki kemampuan dalam proses penyampaian informasi, dan
menggunakan saluran atau alat bantu komunikasi sesuai dengan kebutuhan,
sehingga dapat efektif dan efisien.
·
Komunikan
hendaknya memahami keberadaannya sebagai penerima pesan atau informasi.
·
Dalam proses
komunikasi hendaknya terjalin kerjasama yang baik, sehingga kegiatan komunikasi
terjadi aktif tidak pasif, sehingga terjadinya timbal balik dan tercapainya
tujuan yang telah ditetapkan.
DAFTAR PUSTAKA
Rachmat
Kriyantono, Teknik Praktis Riset Komunikasi: disertai contoh riset media,
public relations, komunikasi pemasaran dan organisasi, Kencana Prenada
Media, Jakarta, cetakan ke-2, 2007
Wimmer, Roger
and Dominick, Mass Media Research: An Introduction, Wadsworth
Publishing, New York, 2000
Arthur Asa
Berger, Media & Communication Research, Sage Publication, London,
2000
John Fiske,
Introduction to Communication Studies (Cultural & Communication Studies),
Jalasutra, Jogjakarta
Neumann,
Lawrance, Social Research Methods Quantitative Qualitative
Dedi Mulyana, Metode Penelitian Komunikasi Kualutatif, Rosdakarya,
Bandung

Tidak ada komentar:
Posting Komentar