Rabu, 22 Juli 2015

KELEBIHAN DAN KEKUARANGAN SISTEM KOMUNIKASI POLITIK SATU ARAH

KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat serta hidayah-Nya terutama nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga kelompok kami dapat menyelesaikan makalah mata kuliah “SOSIOLOGI POLITIK” yang berjudul Kelebihan dan Kekurangan Komunikasi Politik Satu Arah. Kemudian shalawat beserta salam kita sampaikan kepada Nabi besar kita Muhammad SAW yang telah memberikan pedoman hidup yakni al-qur’an dan sunnah untuk keselamatan umat di dunia.
Makalah ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Sosiologi Politik di program studi Manajemen. Selanjutnya kelompok kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada teman- teman dan dosen Pembimbing yang sudah membantu dalam proses penyusunan Makalah ini. Akhirnya kami menyadari bahwa banyak terdapat kekurangan-kekurangan dalam penulisan makalah ini, maka dari itu kami mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Mataram, 11 Juni 2013

Kelompok5







DAFTAR ISI
Bab I Pendahuluan..........................................................................................................
       A.Latar Belakang Permasalahan..............................................................................
       B.Perumusahan Permasalahan..................................................................................
       C.Tujuan Penulisan...................................................................................................
Bab II Pembahasan.........................................................................................................
       A.Analaisis Permasalahan........................................................................................
Bab III Penutup..............................................................................................................
       A.Kesimpulan...........................................................................................................
       B.Saran.....................................................................................................................





Daftar Pustaka


















BAB I
PENDAHULUAN
A.LATAR BELAKANG MASALAH
       Pada dasarnya, manusia adalah mahluk yang bergantung. Sehingga, tidak bisa hidup secara mandiri dan pasti membutuhkan orang lain untuk mengatasi kendala yangada dalam kehidupannya, sehingga manusia biasa disebut sebagai makhluk sosial.Dalam menjalani kehidupan sosial tersebut, seseorang memerlukan sebuah fasilitas serta cara untuk membantunya mempermudah dirinya untuk masuk pada ranah sosial tersebut. Interaksi merupakan ungkapan yang kemudian dapat menggambarkan cara untuk mempermudah terjadinya sebuah hubungan antara seseorang dengan orang lain,yang kemudian diaktualisasikan melalui praktek komunikasi. Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi nonverbal.
Oleh karena itu,seringkali istilah komunikasi digantikan dengan komunikasi sosial, Komunikasi juga ditujukan untuk menyatukan komponen-komponen sosial yang bervariasi dan mempunyai prilaku yang berbeda.Komunikasi adalah proses di mana pesan-pesan ditransfer dari sumber kepada penerima, baik secara langsung maupun melalui media. Memahami komunikasi berarti memahami apa yang terjadi selama komunikasi berlangsung,mengapa itu terjadi, manfaat apa yang dirasakan, akibat-akibat apa yang ditimbulkan, apa tujuan dari aktivitas komunikasi, sesuai dengan apa yang diinginkan, memahami hal-hal yang dapat mempengaruhi dan memaksimalkan hasil-hasil dari kejadian tersebut.
B. RUMUSAN MASALAH
           Dari latar belakang permasalahan diatas dapat di rumuskan masalah antara lain:
1.Kelebihan system komunikasi politik satu arah ?
2.Kekurangan system komunikasi politik satu arah ?
C.TUJUAN PENULISAN
            Ada pun tujuan dari penulisan makalah ini antara lain:
1. Untuk mengetahui pengertian dari komunikasi satu arah
2. Untuk mengetahui lebih jelas kelebihan dari system komunikasi politik satu arah
3. Untuk mengetahui apa saja kekurangan dari system komunikasi politik satu arah.








BAB II
PEMBAHASAN
A. ANALISIS PERMASALAHAN
Pengertian Komunikasi Satu Arah
            Komunikasi satu arah adalah Pesan  disampaikan oleh sumber kepada sasaran  dan sasaran tidak dapat  atau tidak mempunyai kesempatan untuk memberikan umpan balik atau bertanya. Komunikasi satu arah bisa dikatakan sebagai komunikasi yang tidak memberi kesempatan kepada pendengar untuk memberikan tanggapan atau sanggahan.
Komunikasi satu arah banyak kita temui dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi satu arah condong lebih banyak di pakai dalam dunia militer ini dikarenakan dalam dunia militer menggunakan sistem komando, dimana perintah dari atasan harus dilaksanakan oleh bawahan tanpa ada pertanyaan atau timbal balik.
Pesan  disampaikan oleh sumber kepada sasaran  dan sasaran tidak dapat  atau tidak mempunyai kesempatan untuk memberikan umpan balik atau bertanya.
Dalam komunikasi satu arah banyak memiliki kekurangan, ini dikarenakan tidak adanya untuk umpan balik yang dilakukan setelah pemberian informasi tersebut, dimana ini bisa mengakibatkan dampak negatif dari penggunaan komunikasi satu arah ini.






Komunikasi Sebagai Tindakan Satu Arah
Komunikasi sebagai tindakan satu arah adalah suatu perspektif atau pemahaman populer mengenai komunikasi manusia adalah suatu komunikasi yang mengisyaratkan penyampaian pesan searah dari seseorang (bisa juga sebuah lembaga) kepada seseorang atau sekelompok orang. Komunikasi dianggap suatu proses linear yang di mulai dengan sumber atau pengirim dan  berakhir pada penerima, sasaran atau tujuannya. Michael Burgon menyebutnya sebagai “source oriented defenition” atau defenisi komunikasi berorientasi sumber. Perspektif ini  menganggap komunikasi sebagai “intentional act” atau tindakan yang di sengaja. Defenisi ini tentu saja mengabaikan komunikasi yang tidak di sengaja atau pesan yang tidak direncanakan seperti nada suara, ekspresi wajah atau isyarat lainnya yang sulit kita kontrol. Konsep komunikasi sebagai tindakan satu arah menyoroti penyampaian pesan yang efektif dan mengisyaratkan bahwa semua kegiatan komunikasi bersifat instrumental dan persuasif.
Berikut beberapa defenisi komunikasi yang mendukung komunikasi sebagai tindakan satu arah:
ü  Carl I. Hovland, “Komunikasi adalah suatu proses yang memungkinkan seseorang (komunikator) menyampaikan rangsangan-rangsangan (biasanya lambang-lambang verbal) untuk mengubah perilaku orang lain (komunikan).
ü  Gerald R. Miller, “Komunikasi terjadi ketika suatu sumber menyampaikan pesan kepada penerima dengan niat yang di sadari untuk mempengaruhi perilaku penerima”.
ü  Everett M. Rogers, “Komunikasi adalah proses di mana suatu ide dialihkan dari sumber kepada satu penerima atau lebih dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka”.
ü  Harold Laswell, mendefinisikan komunikasi sebagai “Who says what in wich channel to whom with what effect”.

·         Proses komunikasi satu arah


Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhC7Ot0za3v-NiKvBOFuQW43tIjrvbuieHPTOVeRZOfI4sj-qLrkz-6u5JPGydhyphenhyphenLhyJxtlVHVJsWtfsgZOqyAstQns0DiVCE-X9cIIRPgcm6g7eQcqPHas5bIfq0Bk1Oo3HSflp18b1wA/s400/12.jpg

Contoh-contoh Komunikasi Satu Arah

Dalam komunikasi satu arah banyak contoh yang dapat kita ambil yaitu :
1. Dalam Militer
Dalam dunia militer kita dapat ketahui bahwa militer menganut sistem komando, dimana para prajurit harus menuruti apa yang di inginkan atasannya, dan tanpa adanya sanggahan. Di militer komunikator lebih tepat diberikan kepada atasan, sedangkan komunikan disini adalah bawahan dari atasan tersebut, karena di militer mempunyai dasar loyalitas (kesetiaan/kemauan pada suatu pekerjaan tersebut). 
2. Dalam Organisasi Privat
Dalam organisasi privat yaitu perusahaan memiliki komunikasi satu arah, misalnya dalam hal penyampaian pidato dari manajer kepada bawahan. Pemberian tugas dari atasan kepada bawahan atau Atasan sedang memberikan perintah kepada skretarisnya.




3. Dalam Organisasi Publik
Dalam organisasi publik kita dapat melihat contoh komunikasi satu arah. Contohnya adalah :
ü  website sebagai media publikasi dari suatu pemerintahan. Dimana komunikasi satu arah terjadi dalam hal pemerintahan di website tersebut hanya memberitakan informasi saja dari pemerintahan kepada masyarakat.
ü  pidato apel pagi setiap hari senin yang dilakukan oleh pemimpin pemerintahan, dimana pemimpin hanya menyampaikan informasi tanpa adanya sanggahan oleh para pegawai.
ü  Dalam Media Komunikasi
ü  Siaran Radio è Radio disini dimaksudkan kepada radio penyiaran, yaitu sebagai radio komunikasi dengar, yang menyalurkan gagasan dan informasi dalam bentuk suara secara umum dan terbuka.
ü  Televisi è Televisi merupakan media komunikasi satu arah jika menayangkan berita atau informasi siaran yang disertai gambar.
ü  Surat Kabar è Surat kabar merupakan media komunikasi satu arah, dimana surat kabar hanya menyampaikan informasi-informasi melalui tulisan-tulisan yang dicetak dalam kertas.
ü  sebuah baliho iklan produk yang sedang dibaca seseorang di pinggir jalan.





·           Kelemahan dan keuntungan Komunikasi Satu Arah

Alasan orang tidak menyukai komunikasi satu arah yaitu :

  1. Tidak ada interaksi antara komunikan dengan komunikator
  2. Tidak ada timbal balik dari komunikan
  3. Komunikasi tidak efektif
  4. Komunikan hanya sebagai informan saja bagi komunikator
  5. Media komunikasi terbatas.
  6. Dapat menimbulkan kesalah pahaman dan ketidak jelasan, sehingga muncul prasangka yang tidak baik.
Alasan orang menyukai komunikasi satu arah, yaitu :
  1. Mengefektifkan penggunaan waktu
  2. Dalam dunia militer komunikasi sangat di perlukan terutama dalam keadaan darurat atau dalam perperangan.
  3. Lebih cepat dan efisien,
  4. Dalam hal-hal tertentu dapat memberikan kepuasan kepada komunikator, karena pihak komunikan tidak mempunyai  kesempatan untuk memberikan respons atau tanggapan terhadap hal-hal yng disampaikan oleh komunikator,
  5. Dapat membawa wibawa komunikator (pimpinan), karena komunikasi tidak dapat mengetahui secara langssng atau menilai kesalahan dan kelemahan komunikator.



·         Hambatan-hambatan Yang Terjadi Dalam Komunikasi Satu Arah
a.)  Komunikan hanya sebagai informan saja bagi komunikator
b.) media komunikasi terbatas 
c.) pesan yang di sampaikan kadang tidak jelas bagi penerima pesan
·         Solusi Untuk Mengatasi Hambatan Yang Terjadi Dalam Komunikasi Satu Arah
a.    media komunikasi hendaknya lebih banyak dan bervariatif
b.    pesan yang disampaikan dan gesture,  harus jelas












BAB III
PENUTUP
A.KESIMPULAN
Komunikasi dirumuskan sebagai suatu proses penyampaian pesan/informasi diantara beberapa orang. Karenanya komunikasi melibatkan seorang pengirim, pesan/informasi saluran dan penerima pesan yang mungkin juga memberikan umpan balik kepada pengirim untuk menyatakan bahwa pesan telah diterima. Komunikasi sangat penting dalam kehidupan manusia karena manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Dalam berkomunikasi seseorang harus memiliki dasar yang akan menjadi patokan seseorang tersebut dalam berkomunikasi. Dalam proses komunikasi kita juga harus ingat bahwa terdapat banyak hambatan-hambatan dalam berkomunikasi.
Tujuan komunikasi adalah berhubungan dan mengajak dengan orang lain untuk mengerti apa yang kita sampaikan dalam mencapai tujuan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan dalam bekerja sama dengan orang lain. Ada dua jenis komunikasi, yaitu verbal dan non verbal, komunikasi verbal atau tertulis dan komunikasi non verbal atau bahasa(gerak) tubuh. Komunikasi satu arah terjadi bila pengirim pesan tidak mendapat feedback dari komunikan, sedangkan  Komunikasi dua arah terjadi bila pengiriman pesan dilakukan dan mendapatkan umpan balik dari komunikan. Dalam berkomunikasi hendaknya merasakan timbal balik antara pemberi informasi serta penerima informasi sehingga terciptanya suatu hubungan yg mutualisme antara keduanya.



B. SARAN
·         Komunikator hendaknya memiliki kemampuan dalam proses penyampaian informasi, dan menggunakan saluran atau alat bantu komunikasi sesuai dengan kebutuhan, sehingga dapat efektif dan efisien.
·         Komunikan hendaknya memahami keberadaannya sebagai penerima pesan atau informasi.
·         Dalam proses komunikasi hendaknya terjalin kerjasama yang baik, sehingga kegiatan komunikasi terjadi aktif tidak pasif, sehingga terjadinya timbal balik dan tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.
 












DAFTAR PUSTAKA

Rachmat Kriyantono, Teknik Praktis Riset Komunikasi: disertai contoh riset media, public relations, komunikasi pemasaran dan organisasi, Kencana Prenada Media, Jakarta, cetakan ke-2, 2007

Wimmer, Roger and Dominick, Mass Media Research: An Introduction, Wadsworth Publishing, New York, 2000

Arthur Asa Berger, Media & Communication Research, Sage Publication, London, 2000
John Fiske, Introduction to Communication Studies (Cultural & Communication Studies), Jalasutra, Jogjakarta

Neumann, Lawrance, Social Research Methods Quantitative Qualitative
Dedi Mulyana, Metode Penelitian Komunikasi Kualutatif, Rosdakarya, Bandung






Tidak ada komentar:

Posting Komentar