tanggal 12Agustus 2011hari ini UAS matematika,, aku bersyukur bisa jawab lebih lancar dari UTS yang lalu. meski sedikit sedih ada 2 no yg belum tuntas aku jawab. yahh,, mau bagaimana lagi. itu semua sudah maksimal dari kemampuanku. jam menunjukkan pukul 11.00 aku beserta teman sekost'ku (ayu, ipah,galih, ike, shila )dengan pakaian untuk persiapan PPSP dengan kemeja panjang dan rok hitamku. kami menunggu di gedung administrasi, di sana aku berkenalan dengan beberapa camaka dan kakak kelas. walau sampai sekarang aku gak hafal namanya. setidaknya aku masih mengenal muka mereka dan selalu tersenyum saat bertemu
.
3jam bukan waktu yang singkat untuk menunggu dimulainya upacara tersebut. pukul 14.00 aku dan lainnya menuju GOR.tak tahu kenapa saat di GOR, aku merasa pusing. mungkin karena selama ini kurang istirahat.syukurnya, ada camaka dari sekolah farmasi memberiku balsem racikannya. hemmzzz...ternyata tu balsem ampuh banget :D walau panas banget sih di pelipis ku, yang penting kan sembuh... :Dsaat upacara disuruh berdiri,duduk, berdiri lagi unruk bernyanyi bersama.
Setelah serah terima mahasiswa baru, upacarapun selesai. Dengan instruksi dari aa salah satu sie Acara (gak tau namanya dan lupa orangnya ^^v), tiap camaka mengembalikan kursi ke belakang dalam waktu 20detik (kalau enggak salah lho :p). secepat mungkin aku kembali ke barisan bersama teman-teman se’kost ku. Kini saatnya kami dibagi menjadi 15 kelompok dengan panggilan nama yang cepat dan hanya sekali. satu-persatu tiap camaka meninggalkan GOR mengikuti kabingnya. Akhirnya namaku dipanggil dengan harapan gak salah dengar. Aku berlari ke luar GOR menyusul teman-teman lain yang kelompok 7. Tepat di depan GOR kami membentuk lingkaran. Kami memperkenalkan diri masing-masing. Saat sedang asyik ngobrol, aa sie acara datang (gak tau deh yg mana) meminta bagi yang belum akur jas diperintahkan untuk mengukur terlebih dahulu. Aku dan anak matrikulasi lainnya sudah mengukur duluan. Aku mendapat kelompok 7 bersama dua kabing (kakak pembimbing) kami bernama Teteh Zakiyyah dan Aa Reza. Di kampusku panggilan untuk kakak kelas yang cewek adalah “teteh” dan yang cowoknya “aa”. Awalnya sich sempat canggung karena belum terbiasa saja kali yah. Setelah berkumpul dengan kelompokku, seperti biasa kami saling memperkenalkan diri. Setelah itu sesuai kesepakatan, mulai besok kita akan menginap di salah satu kost’n untuk mempersiapkan segala tugas dari PPSP. Aku heran sendiri, haruskah sampai nginap segala? Ckckckck.
Sekitar pukul 16.00 kami berkumpul di GOR dengan baris masing-masing kelompok, aa Arif sang ketua PPSP memberi semangat dan arahan. Tugas-tugas untuk PPSP pun dibacakan oleh salah satu dari sie acara dengan cepat dan tanpa pengulangan…(hehe maaph lupa,, yg jlas smua sie acara saat itu ada di depan.). Adapun aturan-aturan selama PPSP ini, tidak boleh keluar malam hingga 21.30 dsb (tanpa dilarang aku jg gak berani a’). Aku bersama teman-teman dari pagi hingga malam berada di kampus tanah baru. Diwajibkan pakai celana training, kemeja putih ekstra besar, dan rok hitam panjangaku catat semua aturan tersebut di halaman belakang buku matematika.
Selesai mencatat semuanya, semua barisan diambil alih oleh koor acara (belum tau namanya pas thu ^^v a’) di dampingi aa Bayu dan aa Faisal. Aa tembem amat, kiraen beneran kya anak kecil (hehehe maaaaaffff bgtz a’) ternyata suaranya lantang amat sampe 1GOR deh kdengaran. Salut amat deh ma jiwa pmimpinnya. Tegas amat memimpin kita, bahkan nyaris galak. Mana aku kelompok tujuh, kan pas banget di tengah-tengah. Jadi benar-benar fokus liat smua panitia di depan deh kalau gak mau kena marah ma sie acara di depan. Waduhh, mana sangar semua ghe mukanya. Ampun deh. -_-‘
Karena sudah sore akhirnya kita bubar (hoorrreee :D). aku menunggu teman-temanku sholat maghrib di halaman kampus. Setelah buka puasa di depan kampus, sekitar pukul 19.00 kami pulang ke juanda. Kami langsung menuju BTM tanpa mampir ke kost terlebih dahulu. Awalnya kami barengan, tapi karena terlalu banyak persiapan masing-masing kamipun berpencar. Aku membeli rok dan kemeja putih, karena menurut tteh yang saya ajak ngobrol di kampus untuk cari aman mending ganti. (mama maafin tri dh abizin duitnya.) Saat aku hendak menghubungi yang lain, Hpku mati. Oalahhh… mana sudah malam ghe. Akhirnya aku keliling sendiri. melihat banyaknya yang sudah mulai tutup, aku putuskan beli sepatu full hitam karena sepatuku putih polos. setelah membeli sepatu aku keluar dan bertanya ke satpam mengenai waktu saat itu. Ternyata masih jam setengah 9. aku masuk lagi menuju ramayana mencari celana training, aku gak kuat lagi untuk berkeliling. Syukurnya Galih dan Shila menemukanku. Saat hendak membayar, aku bertemu camaka cowok sepertinya kelas A. kita hanya sekedar salam saja habis itu aku duluan. Agar tidak terlalu larut, kami kembali ke kost dengan angkot.
Sampai di kost, aku siapkan semua barang-barang untuk keperluan menginap selama seminggu ke depan. Karena fisikku terlalu lelah, aku dan teman-teman langsung tidur meski besok masih ada UAS Fisika. Sebelum tidur aku mendapat sms dari danru untuk berkumpul di kampus jam 13.00.
Pukul 03.30 waktunya sahur. Setelah itu kami se kost belajar kilat materi konsep fisika dengan saling bertanya jawab.
Pukul 06.45 kami berangkat menuju kampus tenah baru dengan persiapan menginap kami. Benar-benar pasrah banget dengan UAS fisika. Sebelum masuk ruang ujian, dengan cepat aku baca catatanku. Ujian pun dimulai, aku kerjakan semua soal semampuku. Masalah hasil, hemmzz berdoa aja deh J. Setelah ngumpul sebentar dengan kelasku mengenai buka bersama, aku kembali ke BTM untuk cetak foto dan membeli paralatan mandi. (hehehe). Pukul 12.00 aku kembali ke tanah baru. Dalam perjalanan, fisikku kembali melemah. Syukurnya begitu sampai di kampus aku bertemu dengan Ayu, dia bilang mukaku pucat sekali. aku takut aku tak bisa ikut PPSP. Badanku mulai gak stabil, kepalaku sakit banget. Badanku goyang seperti gempa, tepatnya seperti boneka pegas.
Sudah pukul 13.00 belum semua berkumpul. Aku dan yang lainnya menuju kost’nya Saad. Ternyata jauh juga, mungkin karena aku lagi sakit makanya semua tersa berat banget. Aku mencoba membaur dengan yang lainnya. Awalnya aku masih canggung dengan semuanya. Males banget buat ngomong, bukan males sih saya lagi gak enak badan, lagi pula bibir saya mulai pecah-pecah. Saat mulai berbelanja, aku ijin dengan yang lain untuk pulang ke kost karena ada yang ketinggalan. Meski sakit, senang…banget bisa kembali ke kost. Pukul 17.25 aku kembali ke tanah baru. Saat perjalananku macet, aku melihat angkot no 17 dalam hati aku mikir “perasaan saya kenal deh orang2 di angkot itu.” Karena macet, aku pindah angkot dari 05 ke 17 agar sekalian ke tanah baru. Taarrraaa…ternyata si Dimas ma si Apri teman sekelasku. Mereka sedang membawa makanan untuk buka puasa bersama. (tenang, kita gak kontak fisik kok). Beberapa saat aku masuk tu angkot, eiht datang si bapak. Itu angkot sudah penuh dengan makanan, alhasil si apri desak-desakan sama si bapak. Hehe.
Akhirnya sampai juga di kampus. Aku angkat barang bawaanku. Sedangkan makanannya dibawa oleh Brian, Pras, Dimas, Apri menuju kost si Brian.(acaranya d kost dia). Disana seluruh kelas B dan C sudah berkumpul, kini saatnya kami buka bersama. Saat aku kembali ke kelompok, ayu teman kelompokku sedang sibuk mengecat bola. Karena sudah hampir selesai, aku hanya bantu merapikan warnanya saja. setelah itu, kami membuat pita sebanyak 350 untuk dipakai saat PPSP.
Minggu pagi, bahkan sejak subuh kami mulai bekerja. aku mengepang semua tali untuk name tag dsb. Hingga siang hari, kami belum juga dapat karton hijau tua. Yah memang gak mungkin ada, kecuali jenis astro. Akhirnya si saad datang membawa karton hijau muda. Dengan segala akal, akhirnya kurnia beli kertas hijau tua untuk dilapiskan ke karton. Menjelang sore, ada 2 kakak sie acara. Kita lagi bingung, pusing, gak jelas deh, yah malah dimarah-marah sama teteh acaranya. Huhhfft sabar…. Ini memang salah kita, tapi kita benar-benar berusaha gak ada satupun yang santai. Semua sibuk untuk kelompok kita. Katanya kelompok kita saja yang belum siap yang lainnya hampir kelar.
kami kaget digitu’in. setelah kedua teteh itu pergi, kerja kami semakin dipercepat hingga larut malam. Karena sudah pukul 21.25 semua anak cowok keluar kost cewek seperti maling yang sedang kabur. Kami para cewek melanjutkan name tag. Aku memasang tali di potongan-potongan name tag. Setelah selesai, aku baru ingat ada kotak tulisan PPSP yang belum kami buat. Yang lain jadi kaget mendengar ingatanku. Segeranya kami buat. Kami tak ada waktu lagi untuk melapisi dengan kertas hijau tua karena sudah terlalu malam. Sudah tengah malam waktunya kami tidur.
Senin,15Agustus 2011
Pukul 03.00 aku dan lainnya sudah bangun. Aku segera mandi, dibantu oleh Ayu rambutku di kepang menjadi 23. Pukul 06.10 kami sekelompok berangkat ke kampus. Aku lihat tongkat kelompokku saja paling menjulang. Saat sampai di kampus, astaga aku lupa ingatkan teman-teman untuk menulis nama kelompok kita. Aku gak tahu persis desain name tag. Danri kami dibawa pergi sama panitia makanya hemz kurang koordinir. Aku pun meminta maaf pada Nina (danri kami) karena aku gak bekerja maksimal sebagai anggotanya. Nina dengan senyumnya memaafkanku.
Alhasil, banyak panitia yang menanyai nametag dan tongkat kelompokku. pagi-pagi aku sudah mendengar teriakan-teriakan panitia. Diantaranya aa Bayu yang meminta kami siapkan barisan. Aa Rasid yang teriakin beberapa camaka. Aku yang lagi ngelamun kaget dengarnya. Dalam hati “aduh Aa, matahari belum tinggi a’ jangan marah-marah dunk.”
Yap, sekarang dipimpin Aa Arif. Dengan semangat “hidup mahasiswa” aa kecewa banget sebagai ketua panitia sama camaka karena tak sesuai dengan tugas yang diberikan. Jiaahhh, aku makin merasa bersalah deh. Kembali lagi di serahkan ke aa Bayu. Kata Aa Bayu, “Panitia kecewa dengan kalian para camaka, sudah beri waktu banyak kenapa masih banyak yang gak lengkap bahkan sampai salah. Mau diberi waktu sampai kapan?”
Huufft, aku hanya nunduk saja mendengar kata-kata Aa bayu.
Setelah itu acara spiritual,berhubung aku sendiri beragama Hindu aku gabung dengan PMK (Persekutuan Mahasiswa Kristen). Di sini, bersifat universal kita hanya beramahtamah dan bernyanyi. Di sini juga tak ada kontak fisik seperti PPSP di luar, jadi kita bebas bernyanyi. Jadi kangen sahabat-sahabatku, dulu aku SD Katolik sampai detik ini mareka masih menjadi sahabatku. Aku harap di AKA juga begitu. Waktunya kembali berkumpul di GOR. (sepertinya) kita diajarkan sebuah aksi mahasiswa, yah seperti demo lah. Hah, masa di ajarin demo. Ngeliatnya aja ogah, cukup di TV ma di jalan deh. Bukan saya banget teriak-teriak gak jelas.
Oke balik ghe ke PPSP,, pengarahan ini dipimpin oleh Aa Bayu (loq gk salah). Katanya, aksi ini beda dengan demo. Di sini kita lebih teroganisir, da tahap-tahapnya ada surat-suratnya. Kerjasama dengan polisi, yang dilihat di TV itu sebuah anarkis yang mencoreng mahasiswa. Padahal gak gitu. Terus kya gmana dunk? Ada yang mimpin, ada yang membuat konsep, ada yang mimpin di lapangan, pengaturan jalannya aksi, tetapi si ketua gak boleh terlalu mencolok. -_-“. Stelah pengarahan panjang lebar sama dengan luas, semua danru berkumpul untuk membahas aksi nanti. Sedangkan aku dan anggota lainnya membuat lingkaran untuk menuliskan aspirasi mengenai KPK. Semua pendapat kita dirundingkan. Setelah fix baru deh si Liuz nulis. Dengan waktu yang singkat kami berbaris lagi, kita keluar GOR sambil menyanyikan Totalitas Perjuangan (iya kayaq’nya).
Nah di parkiran atas inilah kami ber’aksi’. Hadewh, ngerti aja enggak. Si Ihkwan ceritanya yang mimpin. Nah panitia ceritanya jadi apa yah. Sejenis pejabat deh.